Kamis, 21 April 2011

ikhtiologi

I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Ichtyologi merupakan suatu ilmu yang khusus mempelajari ikan dari segala aspek kehidupannya, termasuk di dalamnya bentuk luar (morfologi), anatomi, fisiologi, taksonomi serta identifikasinya. Ichtyologi berasal dari kata Yunani, yaitu ichthyes yang berarti ikan dan logos yang berarti ilmu. Sehingga secara singkat dapat dikatakan bahwa ichtylogi adalah ilmu yang mempelajari ikan dengan segala aspek kehidupannya. Ilmu ini merupakan salah satu cabang dari biologi ( Saanin,1968 ). Menurut Djuanda (1981), sekurang-kurangnya sepuluh abad sebelum masehi orang-orang Cina telah menyelidiki ikan dengan berhasil. Orang-orang Mesir, Yunani dan Romawi Kuno mencatat pengamatan terhadap ragam, kebiasaan dan kualitas berjenis-jenis ikan.
Menurut Lagler et. al. (1977), sejak abad 18 Ichtyologi telah berkembang meliputi beberapa cabang ilmu, antara lain :
1. Klasifikasi, yaitu melanjutkan mencatat semua jenis ikan yang masih ada maupun yang sudah berupa fosil dan memasukkannya kedalam taksa serta memberi nama ilmiahnya.
2. Anatomi, yaitu mempelajari tentang struktur ikan secara makroskopik, embriologik, serta perbandingan jenis ikan yang satu dengan ikan yang lain, termasuk fosil yang masih ada.
3. Evolusi dan genetik, yaitu mempelajari asal mula ikan, perkembangan ikan modern dan ikan sebelumnya serta mekanisme ciri-ciri mereka.
4. Natural history dan ekologi, yaitu mempelajari cara hidup dan habitat serta interaksi antara ikan yang satu dengan ikan yang lain dan dengan lingkungannya.
5. Fisiologi dan biokimia, yaitu mempelajari fungsi dan sistem organ, metabolisme, dan integrasi sistem pada tubuh.
Jumlah spesies ikan yang ada sekarang diperkirakan sekitar 15-20 ribu spesies, sedangkan yang masih belum terdeteksi diperkirakan sekitar 40 ribu spesies. Lebih lanjut dikatakan bahwa jumlah ikan merupakan jumlah terbanyak dari seluruh fauna di bumi ini ( 42,6 % ) ( Rahardjo, 1985 ).
Ikan itu sendiri dapat didefinisikan sebagai binatang vertebrata yang berdarah dingin yang hidup dalam lingkungan air. Adapun pergerakan dan keseimbangan badannya menggunakan sirip dan umumnya bernafas dengan insang. Bentuk ikan akan beradaptasi dengan lingkungan tempat hidupnya. Dengan kata lain, habitat atau tempat hidup ikan akan berpengaruh terhadap bentuk tubuh dan fungsi alat tubuh. Sedangkan cara bergerak maupun tingkah lakunya akan berbeda dari satu habitat ke habitat lainnya. Ikan akan tnenyesuaikan diri dengan faktor fisika, kimia, dan biologinya dari habitat itu sendiri ( Saanin, 1968 ).
Dasar pelaksanaan praktikum ini adalah agar mahasiswa memahami tentang Ikhtiologi dan semua hal yang menyangkut di dalamnya. Dengan Ikhtiologi kita dapat mengetahui segala bentuk luar atau morfologi, anatomi, fisiologi, taksonomi, dan identifikasi dari ikan. Maka dari itu, Ikhtiologi dapat dijadikan landasan penguasaan ilmu perikanan.
Dengan adanya Ikhtiologi, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan serta menghubungkan ilmu-ilmu yang ada dalam perikanan di bidang pemanfaatan, pengolahan dan pelestarian sumberdaya alam. Dan kesemuanya itu, yang terpenting adalah kita akan memiliki bekal untuk melakukan praktikum yang selanjutnya.

1.2. Tujuan Praktikum
Tujuan Praktikum Ikhtiologi ini adalah:
1. Mempelajari dan mengetahui struktur morfologi (bentuk luar) tubuh ikan dari berbagai jenis habitat (tawar, payau dan laut) balk dari ikan osteichtyes (teleostei) maupun dari ikan chondrichthes (elasmobranchia).
2. Mempelajari dan mengetahui beberapa sistem organ tubuh pada beberapa jenis ikan secara section anatomis, antara lain:
a. Sistem digestoria
b. Sistem muscularia
c. Sistem sceleton
d. Sistem circulatoria
e. Sistem urogenitalia
f. Sistem respiratoria
g. Sistem optic
h. Sistem nervorum centrale



3. Membuat dan mengetahui suatu deskripsi tentang ciri-ciri luar yang tampak serta pengukurannya antar bagian tubuh ikan serta membandingkannya sebagai kunci identifikasi, antara lain:
a. Rumus sirip
b. Bentuk dan tipe sisik
c. Bentuk dan tipe ekor
d. Bentuk dan tipe mulut
e. Bentuk dan jumlah filamen pada insang.
f. Perbandingan antara bagian tubuh ikan seperti fork lenght,standar length, total lenght, diameter mata, panjang dan lebar kepala, panjang predorsal, tinggi badan, tinggi batang ekor serta ukuran panjang sirip-siripnya.
4. Mengidentifikasi ikan ditunjang dengan buku-buku identifikasi yang dianjurkan, yaitu:
a. FAO Species Identification Sheat for Fisheries purpose vol. 1-4.
b. Saanin, H. 1968. Taksonomi dan Kunci identifikasi ikan. Bina Tjipta.
5. Membuat klasifikasi ikan sesuai dengan aturan yang telah ada dari buku identifikasi di atas.






1.3. Waktu dan Tempat
Praktikum ikhtiologi telah dilaksanakan pada hari Senin 18 Mei 2009 dan Selasa 19 Mei 2009 bertempat di Laboratorium Hidrobiologi Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Kampus Tembalang Universitas Diponegoro Semarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar