III. MATERI DAN METODE
3.1 MATERI
3.1.1. Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum ikhtiologi terdapat dalam tabel.
Tabel 1. Alat yang digunakan dalam Praktikum Ichtyologi adalah sebagai berikut:
No. Alat Ketelitian Kegunaan
1.
2.
3:
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12. 13. Bak parafin
Gunting bedah
Pinset
Pisau
Jarum sonde
Lup
Alat tulis
Penggaris
Tissue
Jarum pentul
Lembar data
Pensil warna
Tang potong -
-
-
-
-
-
-
0.1 cm
-
-
-
-
- Sebagai tempat meletakkan ikan
Untuk membedah ikan
Untuk memu¬dahkan membedah ikan
Untuk mengiris daging ikan
Untuk melihat bagian-bagian preparat
Untuk melihat bagian prepa¬rat yang berukuran kecil
Untuk mencatat dan meng¬gambar hasil pengamatan
Untuk mengukur panjang preparat
Untuk membersihkan pre¬parat
Untuk menegakkan bagian tubuh preparat.
Sebagai tempat pengisian data hasil pengamatan
Untuk mewarnai gambar data
Untuk memotong tulang keras preparat
14. Benang - Untuk mengukur panjang usus
15. Jangka Sorong 0.05 cm Sebagai alat untuk mengukur panjang ikan
3.1.2. Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah ikan dari jenis teleostei dan elasmobranchia. Ikan tersebut berasal dari berbagai species yang mewakili jenis detritus feeder, carnivora, herbivora dan omnivora serta plankton feeder. Ikan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
Tabel 2. Ikan yang digunakan dalam Praktikum Ikhtiologi
No. Nama Ikan Nama Latin Teleostei Elasmobranchia
1. Ikan bawal hitam Pampus chinensis -
2. Ikan lele Clarias batrachus
3. Ikan pari Dasyatis sephent -
4. Ikan belanak Mugil seheli Forsk -
5. Ikan kakap merah Lucanus malabraicus -
3.2 Metode
3.2.1. Pengamatan morfologi
Cara kerja pengamatan pada morfologi ikan adalah:
1. Meletakkan ikan pada bak paravin dan menatanya sesuai pola.
2. Mengamati dan menggambar bentuk luar tubuh ikan pada kertas yang telah disiapkan beserta keterangannya dari tiap bagian.
3. Mengukur panjang tubuh dan mencatat bagian-bagiannya.
4. Mengamati dan menggambar bentuk dan perbandingan tubuh.
5. Menghitung jari-jari keras dan lunak dari sirip dada, punggung, perut dan dubur dari ikan yang diamati dan mencatatnya.
6. Mengamati dan menggambar bentuk dan tipe sisik ikan.
7. Mengamati dan menggambar letak sirip perut terhadap sirip dada.
8. Menghitung dan menggambar jumlah sisik.
9. Mengamati dan menggambar letak dan tipe mulut.
10. Mengamati dan menggambar bentuk dan tipe ekor.
11. Mengamati dan menggambar tulang tambahan tutup insang.
3.2.2. Pengamatan anatomi
Prosedur pengamatan anatomi ikan adalah:
1. Melakukan sectio pada perut ikan dimulai dari anus kemudian terus menyusuri tulang belakang sampai tutup insang.
2. Memilih organ dalam ikan agar dapat dilihat secara keseluruhan menggunakan pinset.
3. Mengamati dan menggambar bentuk organ secara keseluruhan beserta keterangannya.
4. Mengamati dan menggambar organ yang termasuk dalam sistem digestoria beserta keterangannya.
5. Mengamati dan menggambar organ yang termasuk dalam sistem muscularia beserta keterangannya.
6. Mengamati dan menggambar bentuk kerangka tulang punggung ikan yang termasuk dalam sistem sceleton beserta keterangannya.
7. Mengamati dan menggambar bagian-bagian jantung yang termasuk dalam sistem circulatoria beserta keterangannya.
8. Mengamati dan menggambar organ yang termasuk dalam sistem respiratoria beserta keterangannya.
9. Mengamati dan menggambar bentuk mata ikan sebagai sistem optik beserta keterangannya.
10. Mengamati dan menggambar ginjal dan gonade termasuk sistem urogenitalia beserta keterangannya.
3.2.3. Pengamatan taksonomi
Prosedur pengamatan taksonomi ikan adalah:
1. Mencatat bentuk dan ciri-ciri morfologi ikan yang akan diidentifikasi.
2. Mencari dan mencocokkan data hasil pengamatan dengan data yang telah ada dalam buku identifikasi yang digunakan.
3. Membuat tingkatan klasifikasi dari ikan. Data yang diperoleh menjadi acuan untuk membuat pangklasifikasian ikan tersebut beserta keterangannya dari tingkatan kingdom sampai tingkatan spesies.
3.2.4. Pengamatan sistem syaraf pusat
Prosedur pengamatan sistem syaraf pusat adalah:
1. Memotong kepala ikan dengan menggunakan pisau yang tajam pada batok ikan.
2. Dengan menggunakan pisau caput ikan dipotong melintang ke arah vertikal dan memisahkan rahang atas dengan rahang bawah dan mengamati bagian-¬bagiannya.
3. Bersihkan seluruh insang, aborescen dan kuliti langit-langit atas sampai terlihat tulang keras pembentuk otak (hypofisa dilindungi oleh sella tumica).
4. Dengan gunting kawat potong tulang keras pembungkus otak, kemudian diamati saraf-saraf yang menghubungkan otak dengan organ-organ lain.
5. Dengan pinset, jarum sonde serta gunting ambil otak perlahan-lahan, gunakan kapas untuk membersihkan darah yang menempel pada bagian otak.
6. Amati dan gambar bagian-bagiannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar